Cara Setting Firewall Server dengan iptables dan nftables di Linux
Panduan praktis konfigurasi firewall server Linux menggunakan iptables dan nftables.
Firewall adalah pertahanan pertama server Anda. Linux memiliki dua framework firewall utama: iptables (legacy) dan nftables (modern). Artikel ini membahas keduanya dan kapan harus menggunakan masing-masing.
iptables: Masih Dipakai dan Stabil
iptables adalah firewall tradisional Linux. Sintaksnya verbose tapi stabil dan didokumentasikan dengan baik. Banyak tool seperti fail2ban dan Docker masih menggunakannya.
nftables: Penerus Modern
nftables adalah penerus iptables yang diperkenalkan di kernel 3.13. Sintaks lebih bersih, performa lebih baik, dan bisa mengelola IPv4 dan IPv6 dalam satu aturan. nftables menjadi default di RHEL 9, Fedora, dan Debian 12+.
Contoh Konfigurasi Dasar nftables
Buat file /etc/nftables.conf dengan aturan: allow SSH (port 22), HTTP/HTTPS (80/443), drop semua input lain. Gunakan nft -f /etc/nftables.conf untuk apply. Jangan lupa allow established connections agar koneksi existing tidak terputus.
Tips Keamanan Firewall
1. Default deny policy — block semua inbound kecuali yang diizinkan 2. Rate limiting untuk SSH (max 3 koneksi per menit) 3. Log dropped packets untuk monitoring 4. Gunakan ipset untuk memblokir IP range dari negara tertentu 5. Firewall ruleset harus persisten (nftables save)
Kesimpulan
nftables adalah pilihan modern yang direkomendasi untuk server baru. Tapi iptables tetap valid, terutama jika environment Anda sudah menggunakan tool yang depend pada iptables. Pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan skill tim Anda.